Aku suka menulis cerita.Tetapi belum ada yang benar-benar selesai karena aku tidak punya wilayah privasi atau tempat di mana imajinasiku berkembang pesat. ( _ _") (aku memang tidak berbakat).
Aku selalu tertarik pada bidang seni.Contoh: Komik bejibun di kamarku (Bagiku itu seni) *Bangga*.
Impianku adalah merubah dunia dengan tulisan.(Berapi-api).
Aku sedang menulis cerita tentang dunia kelam para remaja.Aku hidup di sekitar orang yang seperti itu.Aku memandang mereka dengan menjadi seperti mereka.
Kebanyakan orang-orang memandang mereka dari keburukan mereka tanpa memandang ke dalam diri mereka.
Mereka juga punya sisi di mana mereka sama dengan yang lainnya.Hanya saja kekelaman menyentuh mereka.
Mereka mencari kebahagiaan dengan menyentuh kelam itu,tanpa mereka tau kalau kelam yang mereka sentuh adalah yang membuat mereka makin terpuruk.
Kalau kalian membuka diri pada mereka,mereka tidak akan menjauh.Aku suka bergaul dengan mereka karena fikiran mereka lebih peka dari fikiran orang biaya.
Remaja dan broken home adalah 1 kesatuan yang menarikku untuk membuat cerita ini.
Kita tidak akan tau seseorang itu broken home dari tangisan mereka,tapi dari senyuman mereka.
Aku harap,mereka tau bahwa aku peduli dengan mereka.
(^_^)
Seperti biasanya aku menggunakan perempuan sebagai tokoh utama.
Tapi lawan mainnya tidak kalah heboh kok! Aku menggunakan kriteria orang yang unik untuk cerita ini.
Semoga kalian bisa melihat karyaku ini menjadi sebuah buku (Amiiiiieeennn)
Ini adalah serpihan diriku hari ini.
Makasih (^.-)
My Self
Rabu, 02 Januari 2013
Selasa, 27 November 2012
KENANGAN MASA KECIL
"KENANGAN MASA KECIL"
Menginjak usia remaja,aku baru sadar kalau aku hanya mengingat beberapa dari serpihan masa kecilku.Hanya hari-hari saat aku tertawa.
Hingga suatu malam,aku bermimpi.Ayah dan ibuku bertengkar hebat,aku menangis di bali
Hingga suatu malam,aku bermimpi.Ayah dan ibuku bertengkar hebat,aku menangis di bali
k pintu.Ku lihat tangan kecilku yang gemetar ketika ayah memukul kaca hingga pecah.Tangan ayah berdarah,ibu meronta-ronta.
Terlihat kakakku yang masih belia mengenakan baju SMP memeluk ibu,dan kakakku yang pertama memelukku.Ayah kedapur dan mengambil jirigen berisi minyak tanah dan menyiramkan ke badan ibu.Kakak-kakakku menahan ayah yang ingin membakar ibu.Aku terus meraung.Aku mendekati ayah dan ayah sepertinya iba melihat tangisanku.Tiba-tiba aku terbangun dengan air mata berlinang."Mimpi buruk..." dalam hatiku.
Besoknya aku bermimpi pertengkaran ibu dan ayah lagi hingga beberapa hari berturut-turut.Aku mulai penasaran,kenapa mimpi itu seperti pernah terjadi?
Aku memberanikan diri bertanya pada ibu.Ibu hanya menjawab "Semua itu benar,nak.Ibu kira kamu lupa".Ibu menjawab sambil tersenyum.Ternyata mimpi-mimpiku adalah kenyataan di masa kecilku,masa-masa kelam ketika Ayah dan Ibu sedikit lagi bercerai karena orang ke 3.Yang menjadi pertanyaanku...
Kenapa aku bisa melupakan masa kecilku yang kelam? Apakah aku merasa takut untuk mengingatnya? Atau aku sengaja melupakannya?
Mungkin kalian tidak percaya dengan ceritaku ini melihat keluargaku yang begitu hangat dan bahagia.Ayah adalah orang humoris yang begitu menyayangiku sebagai anak bungsu.Ibu adalah seseorang yang hangat dan mudah di ajak bicara(meskipun rada-rada plin-plan).Aku bersyukur itu cuma masa lalu,aku berharap itu tidak terulang lagi.Untuk selamanya.^^
Terlihat kakakku yang masih belia mengenakan baju SMP memeluk ibu,dan kakakku yang pertama memelukku.Ayah kedapur dan mengambil jirigen berisi minyak tanah dan menyiramkan ke badan ibu.Kakak-kakakku menahan ayah yang ingin membakar ibu.Aku terus meraung.Aku mendekati ayah dan ayah sepertinya iba melihat tangisanku.Tiba-tiba aku terbangun dengan air mata berlinang."Mimpi buruk..." dalam hatiku.
Besoknya aku bermimpi pertengkaran ibu dan ayah lagi hingga beberapa hari berturut-turut.Aku mulai penasaran,kenapa mimpi itu seperti pernah terjadi?
Aku memberanikan diri bertanya pada ibu.Ibu hanya menjawab "Semua itu benar,nak.Ibu kira kamu lupa".Ibu menjawab sambil tersenyum.Ternyata mimpi-mimpiku adalah kenyataan di masa kecilku,masa-masa kelam ketika Ayah dan Ibu sedikit lagi bercerai karena orang ke 3.Yang menjadi pertanyaanku...
Kenapa aku bisa melupakan masa kecilku yang kelam? Apakah aku merasa takut untuk mengingatnya? Atau aku sengaja melupakannya?
Mungkin kalian tidak percaya dengan ceritaku ini melihat keluargaku yang begitu hangat dan bahagia.Ayah adalah orang humoris yang begitu menyayangiku sebagai anak bungsu.Ibu adalah seseorang yang hangat dan mudah di ajak bicara(meskipun rada-rada plin-plan).Aku bersyukur itu cuma masa lalu,aku berharap itu tidak terulang lagi.Untuk selamanya.^^
Langganan:
Komentar (Atom)
