"KENANGAN MASA KECIL"
Menginjak usia remaja,aku baru sadar kalau aku hanya mengingat beberapa dari serpihan masa kecilku.Hanya hari-hari saat aku tertawa.
Hingga suatu malam,aku bermimpi.Ayah dan ibuku bertengkar hebat,aku menangis di bali
Hingga suatu malam,aku bermimpi.Ayah dan ibuku bertengkar hebat,aku menangis di bali
k pintu.Ku lihat tangan kecilku yang gemetar ketika ayah memukul kaca hingga pecah.Tangan ayah berdarah,ibu meronta-ronta.
Terlihat kakakku yang masih belia mengenakan baju SMP memeluk ibu,dan kakakku yang pertama memelukku.Ayah kedapur dan mengambil jirigen berisi minyak tanah dan menyiramkan ke badan ibu.Kakak-kakakku menahan ayah yang ingin membakar ibu.Aku terus meraung.Aku mendekati ayah dan ayah sepertinya iba melihat tangisanku.Tiba-tiba aku terbangun dengan air mata berlinang."Mimpi buruk..." dalam hatiku.
Besoknya aku bermimpi pertengkaran ibu dan ayah lagi hingga beberapa hari berturut-turut.Aku mulai penasaran,kenapa mimpi itu seperti pernah terjadi?
Aku memberanikan diri bertanya pada ibu.Ibu hanya menjawab "Semua itu benar,nak.Ibu kira kamu lupa".Ibu menjawab sambil tersenyum.Ternyata mimpi-mimpiku adalah kenyataan di masa kecilku,masa-masa kelam ketika Ayah dan Ibu sedikit lagi bercerai karena orang ke 3.Yang menjadi pertanyaanku...
Kenapa aku bisa melupakan masa kecilku yang kelam? Apakah aku merasa takut untuk mengingatnya? Atau aku sengaja melupakannya?
Mungkin kalian tidak percaya dengan ceritaku ini melihat keluargaku yang begitu hangat dan bahagia.Ayah adalah orang humoris yang begitu menyayangiku sebagai anak bungsu.Ibu adalah seseorang yang hangat dan mudah di ajak bicara(meskipun rada-rada plin-plan).Aku bersyukur itu cuma masa lalu,aku berharap itu tidak terulang lagi.Untuk selamanya.^^
Terlihat kakakku yang masih belia mengenakan baju SMP memeluk ibu,dan kakakku yang pertama memelukku.Ayah kedapur dan mengambil jirigen berisi minyak tanah dan menyiramkan ke badan ibu.Kakak-kakakku menahan ayah yang ingin membakar ibu.Aku terus meraung.Aku mendekati ayah dan ayah sepertinya iba melihat tangisanku.Tiba-tiba aku terbangun dengan air mata berlinang."Mimpi buruk..." dalam hatiku.
Besoknya aku bermimpi pertengkaran ibu dan ayah lagi hingga beberapa hari berturut-turut.Aku mulai penasaran,kenapa mimpi itu seperti pernah terjadi?
Aku memberanikan diri bertanya pada ibu.Ibu hanya menjawab "Semua itu benar,nak.Ibu kira kamu lupa".Ibu menjawab sambil tersenyum.Ternyata mimpi-mimpiku adalah kenyataan di masa kecilku,masa-masa kelam ketika Ayah dan Ibu sedikit lagi bercerai karena orang ke 3.Yang menjadi pertanyaanku...
Kenapa aku bisa melupakan masa kecilku yang kelam? Apakah aku merasa takut untuk mengingatnya? Atau aku sengaja melupakannya?
Mungkin kalian tidak percaya dengan ceritaku ini melihat keluargaku yang begitu hangat dan bahagia.Ayah adalah orang humoris yang begitu menyayangiku sebagai anak bungsu.Ibu adalah seseorang yang hangat dan mudah di ajak bicara(meskipun rada-rada plin-plan).Aku bersyukur itu cuma masa lalu,aku berharap itu tidak terulang lagi.Untuk selamanya.^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar